KeChe Custom Furniture: Januari 2013

Kamis, 10 Januari 2013

Empat Hal Sebelum Membangun Rumah

Membeli rumah dari developer memang lebih mudah. Hanya dengan membayar sejumlah uang muka, Anda sudah dapat menempati rumah yang diinginkan.

Di sisi lain, ada pula orang yang tak puas jika membeli rumah dari pengembang. Alasannya beragam, mulai tak cocok dengan bentuknya hingga kualitas bangunan yang dianggap kurang memuaskan.

Bagi Anda yang ingin membangun rumah impian di atas lahan milik pribadi, ada empat hal yang mesti diperhatikan:

Dana (Budget)
Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah dana. Anda harus menyesuaikan keinginan dengan budget yang dimiliki. Jika dana masih terbatas, tak ada salahnya Anda membangun rumah tumbuh. Artinya, rumah dapat dikembangkan ke samping, ke depan-belakang, atau ke atas jika uang sudah terkumpul kelak.

Selera (Taste)Sesuaikan rumah dengan selera pribadi Anda sebagai pemilik. Misalnya, jika Anda menyukai rumah bergaya minimalis, maka buat konsep yang tak lari dari gaya minimalis. Perlu diingat, pengejawantahan dua atau lebih konsep dalam satu rumah, terkadang justru memperburuk tampilan rumah Anda.

Kebiasaan (Habit)Sesuaikan rumah dengan kegiatan Anda sejak bangun tidur hingga tidur di malam hari. Bila Anda banyak berkumpul di ruang keluarga atau kamar tidur, maka prioritaskan ukuran dan fasilitas di ruang tersebut. Atau jika Anda suka berlama-lama di kamar mandi, maka buat ruang tersebut senyaman mungkin agar Anda betah di dalamnya.

Sebaliknya, jika Anda tidak suka menerima tamu, maka tidak perlu membuat ruang tamu atau kamar tidur khusus tamu, karena sudah barang tentu akan mubazir.

Tanya Pakar (Ask The Expert)Jika Anda memiliki dana lebih, tak ada salahnya jika menggunakan jasa arsitek untuk membuatkan rumah sesuai keinginan Anda. Arsitek juga bisa memberi petunjuk untuk menjembatani antara keinginan dengan kepantasan bagi tampilan rumah Anda.

Ada kalanya barang-barang yang mahal tidak cocok digabungkan dalam satu ruangan, karena berbeda konsep. Biasanya sang arsitek akan memberi guide bagi Anda. Akan tetapi—terlepas dari pantas atau tidaknya—pemilik rumahlah yang memutuskan.

Tips Bangkit Dari Kegagalan

1. Jangan anggap kegagalan itu tak pernah terjadi.

Orang cenderung merasa takut mengakui kegagalan. Padahal dengan mengingkari kegagalan itu justru menimbulkan masalah baru seperti stres dan menunda pengobatan untuk bangkit.

2. Hindari memaafkan diri sendiri.

Hal yang bisa memperbaiki kegagalan adalah berhenti memaafkan segala kegagalan dan mulailah fokus pada tujuan-tujuan yang lebih produktif. Bill mengibaratkan, ketika masih remaja ia homeless dan peminum. Dan ketika itu ia selalu menganggap semua itu bukan kesalahannya. Padahal itu cara yang salah karena tak ada hal produktif yang bisa ia kerjakan.

3. Jangan campur-adukkan antara tujuan yang gagal dan orang yang gagal.

Kadang orang menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan-kegagalannya, padahal itu justru membangun mental negatif. Sebaiknya, daripada kita menganggap kita gagal, lebih baik tanyakan pada diri kita bagaimana kita bisa memperbaikinya.

4. Ingat, kegagalan bukan hanya dialami kita.

Orang yang gagal meraih tujuannya terjadi sepanjang waktu. Tak ada orang yang selalu sukses sepanjang hayatnya. Jadi, gagal itu milik semua orang!

5. Fokuskan pada pelajaran kegagalan itu.

Bill memberi contoh dirinya sendiri. Tak banyak orang yang berani mengatakan bahwa kegagalan bisnis yang menyebabkan dirinya bangkrut karena kehilangan sampai US$ 3 miliar (Rp 27 triliun) sebagai bahan pelajaran. Namun ia yakin itu sebagai pelajaran yang berharga. Setelah itu ia fokus pada masa depannya. Dari sanalah ia pelan-pelan bangkit dan sekarang bisnisnya bernilai sampai US$ 100 miliar.