1. Lokasi
Mitos: Jakarta macet, jangan beli rumah jauh-jauh, cari yang dekat Jakarta
Fakta: Salah. Hampir tidak mungkin mendapatkan rumah
yang ‘representatif’ di Jakarta dengan harga yang terjangkau. Rumah
dengan lingkungan yang layak hampir dipastikan jauh dari Jakarta.
Saran: Dewasalah dalam memilih lokasi rumah. Paling
tidak untuk pasangan muda, rumah harus memberi kesempatan bagi sang anak
untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Rumah dipinggiran hampir
dipastikan memiliki udara yang lebih baik, lingkungan yang lebih asri
dan faktanya memang banyak sekolah dasar/tk bagus berada di pinggiran
2. Pembiayaan
Mitos: KPR kan berhutang, untuk apa berhutang sampai belasan tahun, rugi
Fakta: Salah. KPR merupakan produk bank yang dirancang
untuk pembiayaan rumah. Segala strategi pembiayaan berikut dengan term
of condition disesuaikan untuk pembiayaan rumah. Hampir semua karyawan
(apalagi wiraswasta bukan) bekerja bisa mendapatkan rumah yang layak
dengan program KPR yang ada saat ini.
Saran: Hampir dipastikan masalah anak muda (dan setiap
orang pada umumnya) adalah mengenai pengelolaan keuangan. Mengambil KPR
sebenarnya dapat diibaratkan dengan menabung. Dengan KPR kita sebenarnya
akan dituntut disiplin menabung.
3. Waktu yang tepat membeli rumah
Mitos: Jangan beli rumah cepat-cepat, sabar saja, kumpulkan uang lebih banyak sehingga nanti rumah yang dibeli lebih baik
Fakta: Salah. Semakin cepat membeli rumah semakin baik, harga rumah akan selalu meningkat setiap tahunnya.
Saran: Belilah rumah sesegera mungkin, karyawan yang
sudah 2 tahun bekerja seharusnya mampu mengambil rumah dengan kondisi
keuangan dia saat itu. Pun jika karirnya meningkat lebih tinggi selalu
ada opsi untuk menjual kembali atau membangun tambahan.
4. Rumah second atau rumah baru
Mitos: Jangan beli rumah second karena ini dan itu atau sebaliknya jangan beli rumah baru karena ini dan itu.
Fakta: Belum tentu. Sangat bergantung dengan kondisi
dana yang kita miliki, ekspektasi rumah yang kita inginkan. Hampir
dipastikan masalahnya adalah budget. Umumnya rumah second memerlukan
pembiayaan awal yang lebih besar (dalam hal DP dan pajak misalnya)
Saran: Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan, saran paling mudah: periksa dulu kondisi keuangan anda.
5. Kualitas rumah dari developer
Mitos: Jangan beli rumah di kompleks XYZ disana kualitas bangunannya buruk
Fakta: Benar. Hampir dipastikan, semua rumah dikompleks
yang dibangun dengan sistem borongan dari developer memiliki kualitas
bangunan yang sangat buruk. Sistem subkontrak yang disubkon secara
bertingkat demi efisiensi merupakan rahasia umum pola pembangunan rumah
kompleks.
Saran: Telitilah dalam menilai kualitas bangunan rumah
anda. Bahkan dalam satu cluster rumah pun ada tukang yang telaten
bekerja sementara ada tukang yang baru belajar 2 bulan yang lalu. Hampir
dipastikan ada cela dalam setiap pembangunan rumah. Siapkan mental
untuk melakukan renovasi kecil-kecilan dirumah anda.
6. Broker dan third party helper
Mitos: Broker itu membuat harga rumah 3% lebih mahal
Fakta: Belum tentu. Broker merupakan pihak yang paling
mengerti mengenai jual beli rumah, dari prospek suatu lokasi, valuasi
suatu rumah bahkan mengurus proses KPR.
Saran: Umumnya broker memberikan service gratis sampai
transaksi terjadi. Segera hubungi broker terdekat untuk memberikan
informasi rumah dilokasi yang anda inginkan. Pun jika tidak terjadi
kesepakatan harga anda bisa berganti broker ataupun memutuskan tidak
menggunakan jasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar